POROS BUDAYA DALAM ERA GLOBALISASI

     Dapat diketahui bahwa pada era saat ini, tingkat minat masyarakat Indonesia terhadap budaya sendiri kian menurun dan terkikis oleh zaman. Maka harus dilakukan kegiatan pelestarian budaya. Indonesia sendiri memiliki banyak warisan budaya yang sekaligus menjadi warisan dunia. Indonesia terdapat  24 warisan budaya dalam daftar tentatif pemerintah Indonesia untuk diajukan sebagai warisan dunia. seperti Candi Prambanan, Candi Borobudur, Taman Nasional Ujung Kulon, Pulau Komodo, dan masih banyak lagi yang menjadi warisan budaya Indonesia.

Indonesia sebenarnya memiliki kapasitas untuk melestarikan budaya, hanya saja semua pengetahuan masih tersimpan rapi di generasi pendahulu. Apalagi munculnya era globalisasi yang maju dengan pesat, yang membuat budaya indonesia secara perlahan terkikis oleh masa karena kurang diperhatikan. Rasa bangga serta kepedulian melestarikan budaya kurang tertanam digenerasi muda Indonesia saat ini. Rasa ingin tahu serta keinginan untuk mempelajari budaya juga kurang. Ketertarikan terhadap sesuatu hal yang baru dan lebih modern sudah menjadi konsumsi masyarakat. Dengan begitu mereka berpikir bahwa itu merupakan salah satu aksi yang membuat mereka tidak ketinggalan zaman dan tidak terbelakang,

Pesatnya globalisasi membuat budaya kita terkikis oleh zaman. Sehingga kita kurang memperhatiakan budaya sendiri. Ketika negara lain mulai tertarik untuk mempelajari budaya kita, bahkan mereka juga secara diam-diam mencari celah untuk mengambil budaya kita, kita baru tersadar akan pentingnya kebudayaan kita. Kita baru berkoar-koar dan tergerak untuk menyelamatkan kebudayaan kita dari negara lain yang mencoba untuk mengeklaim budaya kita. Kebudayaan kita, sejatinya memiliki nilai yang tinggi. Buktinya banyak negara lain yang tertarik akan budaya kita. Mereka bahkan tidak sungkan untuk belajar budaya kita. Mereka menganggap bahwa budaya kita merupakan sesuatu yang unik dan menyenangkan untuk dipelajari.

Untuk itu kita sebagai generasi muda, penerus bangsa, agar tetap bisa menjaga dan melestarikan budaya untuk kedepannya. Namun kita juga tidak boleh tertinggal oleh zaman dan kita juga harus membaur dengan era globalisasi sekarang tanpa meninggalkan kebudayaan. Dengan cara seperti kita dapat menyelipkan budaya dalam kehidupan sehari-hari, selain itu pemerintah juga dapat menambahkan pelajaran tentang kebudayaan dalam kurikulum pembelajaran, agar para generasi muda sekarang mengetahui tentang kebudayaan kita, serta tidak lagi kekurangan info mengenai kebudayaan sendiri. Hal tersebut bertujuan serta diharapkan untuk memperkuat kapasitas dalam hal manajemen situs-situs warisan budaya negara yang juga merupakan sebagai warisan dunia yang ada di Indonesia.



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

T1.1. TUGAS REFLEKSI MULAI DARI DIRI FILOSOFI PENDIDIKAN INDONESIA

APA SIH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI ITU?

Kobaran